Tuesday, June 2, 2015

Ima Last Moment

Hari ini aku bahagia. Bahagia karena bisa tulus melepasmu saat kebencianmu terhadapku mencapai titik puncak. Kau tau, dengan begitu doa-doaku akan terpanjat dengan ikhlas ke hadirat Illahi Rabbi. Setidaknya hal ini jelas, aku tak memerlukan pengharapan apa lagi, aku hanya berdoa sebagai bagian dari doa, konstanta bernilai untaian kebaikan teruntuk dirimu, kalau sebelumnya terbesit harapan agar sesekali Tuhan berbaik hati menghampirkan engkau dalam kesempatan lain, maka kali ini tidak. Dengan demikian doaku hanya doa. Bukan pengharapan. Hari ini aku bahagia karena akan mencintaimu dalam senyap kebutaan. Mencintai dengan kekuatan doa-doa kebaikan untukmu. Semoga dengan demikian kamu paham, sebab hal inilah yang dilakukan seseorang dimasalalu kepadaku. Selamat mencoba, larilah, lupakanlah, biar kutemani dirimu dalam senyap yang tak pernah kau tahu, dalam untaian doa yang tidak ada lagi tendensi pengharapan; segalanya hanya tentang kebaikanmu.

No comments:

Post a Comment