Wednesday, July 9, 2014

Jalan Setapak Di Lorong Sore






Ada jalan setapak di lorong sore yang memancarkan cahaya jingga, 
berjanjilah untuk berjalan dibawahnya, 
menjemput janji kehidupan dengan masing-masing satu lorong beriringan.

Sejak itu Nafas-nafas hanyalah nafas

dua kali deru sekeras beberapa bulir yang terdengar nyaring
menabrak dinding
namun kita tak pernah mengerti senja

Pada titik dimana engkau melihat hitam, 

banyak hal yang perlu diurakan,
Kita sejenak tertawa, 
getir
karena bahagia ternyata berpapasan

Sejak kita tahu, 

Ada jalan setapak di lorong sore yang memancarkan cahaya jingga
kamu berkata dibawahnya, redup

Aku telah belajar menjemput matahari,
bersama senja kemerahan dengan awan yang berarak

Ada jalan setapak di lorong sore yang memancarkan cahaya jingga, 
berjanjilah untuk berjalan dibawahnya, 
menjemput janji kehidupan dengan masing-masing tangan berpegang erat pada jemari
berjanjilah kelak kita akan menjadi empat
dan tetap berjalan beriringan. 

No comments:

Post a Comment