Saturday, August 23, 2014

Pembunuh




Kita adalah pembunuh. Pembunuh terkejam yang kapan saja bisa membunuh perasaan, memotong-motongnya beberapa bagian. Sebagian tersimpan rapi untuk kita nikmati, tapi dari kesemua potongan yang ada, ada sebagian yang ternyata dibiarkan hanyut. Itulah kelam.

Sebagai pembunuh, selalu ada sebab yang menyertai. Misal saat kamu ditinggal pergi, alasanmu membunuh perasaan karena saat ini kamu telah berteman waktu. Kenapa waktu? karena tak ada yang mampu melejitkan hasrat membunuh selain waktu. Kejam sekali kita. Sayang, membunuh perasaan tak pernah mendapatkan perkara salah-benar, hanya ada mau atau tidak.

Hari ini, segala memoar perjalan kita engkau tiup kembali. Debu-debu tebal diatas potongan kenangan mulai bertaburan, bikin batuk. Atas nama tiupan itu, sekarang aku mulai jadi pembunuh. Membunuh segala hal. Apapun. Jikalau suatu saat mungkin, lebih baik aku membunuhmu.

No comments:

Post a Comment