aku tidak terlalu yakin untuk mampu meyakinkan waktu mengajakmu menunggu
ketika aliran tentang kepastian hidup tak jelas muaranya
kelok-kelok
beberapa bagian diantaranya kering, dipenuhi tetumbuhan semak belukar
bagaimana mungkin sedewasa rembulan menghabiskan dasawarsa untuk menetap sabit
orang-orang di kolong langit mengharapkan purnama,
beranjak membulat, menepikan segala kemungkinan
menutupnya rapat-rapat untuk lusa
bila ada waktu memang untuk menunggu
kita yang tak pernah yakin
ketika setiap sentuhan justru mampu menggugurkan perasaan
ketika setiap perkataan justru menjauhkan
kita memang ditakdirkan untuk menjadi pribadi yang tak yakin
akhirnya kita memilih untuk bersampan.
dengan kamu duduk didepan mengawasi laju air yang mengalir
sedangkan aku puas menikmatimu melihat kearah depan,
entahlah
habis delapan jam, saat kereta tak menemukan stasiun untuk berhenti
sepertiga lagi, aku akan pulang
tidak kepada waktu untuk menunggu

sang penyair tenan kok...bose...
ReplyDelete