doaku: (2014 - maut memisahkan)
kamu lihat betapa bahagianya dia sekarang? pernah melihatnya tersenyum lepas seperti ini? senyum yang bukan paksaan, apalagi tekanan. Kamu lihat, kamu dapat melihat, betapa seriusnya dia menjalani hidup sekarang, tidak ada yang harus ditutupi. Hidup.
Kelak, saat teknologi berkembang semakin pesat dan dalam beberapa waktu aku masih membuka memori itu, anakku akan bertanya, Itu siapa, Yah? Dia ibu dari anak-anak yang baik. Istri dari seorang suami yang begitu mencintainya. Wanita yang mendapat sepotong episode kelam dimasa lalunya hanya karena sempat mengenal ayah, menemani beberapa waktu yang sebetulnya lebih tepat disebut penyiksaan bagi dirinya. Tapi selama ini, Ayah baik sekali pada ibu, mengapa penyikasaan, Yah?. Wanita ini yang mengajarkan kepada ayah, Nak. Kau tahu nak, apa yang akan terjadi saat beberapa dahan pohon beranting yang ditumbuhi daun hijau kemudian ditebang? Ia mati, tidak berproduksi untuk beberapa saat. Namun, di sinar matahari pada hari yang tepat engkau bisa menyaksikan, bintil-bintil ranting pohon yang baru bergeliat. Jumlahnya tak kalah banyak dari ranting yang ditebang. Daunnya, Nak! lebih hijau dan lebat. Seperti itu pulalah wanita itu.
kamu lihat betapa bahagianya dia sekarang? pernah melihatnya tersenyum lepas seperti ini? senyum yang bukan paksaan, apalagi tekanan. Kamu lihat, kamu dapat melihat, betapa seriusnya dia menjalani hidup sekarang, tidak ada yang harus ditutupi. Hidup.
Kelak, saat seorang bocah mulai tumbuh dan mengerti, bisa jadi percakapan itu menyakitkan. Ia mungkin berlari kencang untuk memeluk ibunya. Berharap ia tidak pernah lahir. Menangis, terisak, lalu menyumpah. Bertekad untuk memiliki hidup yang baik, lurus serta tidak perlu memberi warna apapun pada orang lain. Tidak memberi warna setidaknya tidak menghitamkan apa yang seharusnya berwarna. Berat.
Hari ini pengertian yang baik tertanam. Teruslah mendoakkan dia. Kebahagiaan, segala senyuman, jelas tak mampu lagi diupayakan dalam tindakan, melainkan hanya sekedar lantunan saat masa lalu menyapa. Sejatinya memang bukan siapa-siapa, tapi doa tentu boleh diberikan pada siapa saja, mungkin pula kamu. Ya, aku mencintaimu, entah kapan semua perasaan ini,.. ah, sudahlah.

No comments:
Post a Comment